Tuesday, September 27, 2011

Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia

Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia



 Romy Rafael mengemukakan beberapa point penting yang dapat kita pergunakan untuk meningkatkan kualitas diri, antara lain:

1. Pengaruh self talk positif
Pada dasarnya,selama kita hidup kita akan selalu melakukan self talk(dialog dengan diri sendiri). Sayangnya, tanpa disadari self talk yang kita lakukan cenderung negatif. Misal:Kita berdialog dengan diri sendiri: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Lalu kita jawab: Karena ia tidak suka kepadaku. Karena kita sudah beranggapan demikian, bisa jadi dalam pelajaran beliau kita menjadi enggan belajar dalam mata pelajarannya. Akibatnya hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar kita. Tentu saja self talk yang demikian adalah self talk yang negatif, karena tidak membuat kita menjadi lebih baik.
Kuncinya di sini adalah kesadaran. Kita harus mengganti self talk tersebut menjadi positif. Misal: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Mungkin masih ada perilaku diri saya yang masih kurang berkenan di mata beliau. Bagusnya, beliau masih mau menegurku dan tidak nyuekin saya. Saya harus intropeksi diri dan menjadi lebih baik lagi.

2. Yakin vs Tahu
Dikemukakan oleh Romy Rafael, perbandingan kita melakukan seuatu dikarenakan yakin dengan tahu adalah 88%:12%. Maksudnya kita cenderung melakukan sesuatu dengan didasari oleh keyakinan(emosi) ketimbang tahu(logika). Misal: Bagi perokok, sebenarnya mereka tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kanker,dsb. Namun karena didasari keyakinan: tidak apa-apalah, toh merokok atau tidak, tetap akan mati juga. Ini adalah keyakinan yang menghambat kita dalam meningkatkan kualitas diri. Seseorang harus dengan hati-hati, memilih memegang keyakinan dalam menjalani hidupnya.

3. Perumpamaan gelas.
Gelas ibarat apa yang ada dibenak kita. Susu adalah pikiran yang positif. Kopi adalah pikiran yang negatif. Kabar baiknya adalah untuk mengganti kopi(pikiran negatif) yang sudah terlanjur ada, kita cukup menuangkan susu(pikiran positif) terus menerus. Kabar buruknya, walaupun sudah terisi susu,gelas tersebut dapat menjadi kopi kembali. Kuncinya disini adalah kita harus senantiasa menuangkan susu kedalamnya. Dengan kata lain, isilah benak anda dengan pikiran2 positif setiap saatnya.
Minibalanar is offline  

Simple Life ala Orang Terkaya di Dunia

Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah),


Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 juta (sekitar Rp. 300 milyar) dana pribadinya
untuk sumbangan-sumbangan...

Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:

1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun,
dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat

2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun

dari hasil tabungannya menjadi loper koran

3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah,
memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha , yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.

4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun
bodyguard di dekatnya

5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi,
walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia

6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.
Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut,
memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya.
Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan:


1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik
saham
2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1



7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.
Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn,
dan menonton TV.


8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk
bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.


9. Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,


Nasehatnya untuk Anak Muda:

'Stay away from credit cards and invest in yourself and
remember:

1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa
menciptakan UANG....


2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri.
Yang penting diri Anda NYAMAN...


3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.
Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang
membuat Anda merasa nyaman (feel good)


4. Jangan membeli barang karena merknya.
Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.
5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang
tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk

kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.


6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.

"Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan
orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia...


So guyz, terkadang kesederhanaan itu sangat indah. Aku teringat ucapan seorang bhikkhu dalam sebuah kebaktian, "Memiliki mobil bukanlah sebuah kesalahan, manakala mobil itu murni untuk menjadi alat bantu transportasi bagi kemudahan hidup kita. Kesalahan baru terjadi saat mobil tersebut berubah fungsi menjadi ajang pamer status dan gaya hidup kita. Intinya, kepuasan hanya dapat hadir di dalam hati mereka yang selalu bisa merasa cukup.


So guyz, the choice is yours, Cleopatra wanna be or Warren Buffet's simple life? Selamat berbuat kebajikan dan semoga semua makhluk hidup bebahagia

NASIHAT PENYEMBAH BERHALA

NASIHAT PENYEMBAH BERHALA


Seorang saudagar kaya yang banyak bepergian untuk berdagang, suatu ketika datang di wilayah Turki yang penduduknya masih menyembah berhala. Kepada pemimpin mereka, si saudagar itu berkata menasehati, “Ini tidak benar; perbuatan menyembah berhala ini salah. Kita mempunyai Tuhan yang menciptakan semua makhluk. Tuhan yang memiliki sifat tidak sama dengan apa pun atau siapa pun. Tuhan yang menjamini rezki hamba-hambaNya…”

Belum lagi selesai bicaranya, si pemimpin para penyembah berhala menukas, “Ah, ucapanmu tidak sesuai dengan perbuatanmu.”

“Kok bisa?” sahut si saudagar.

“Kamu tadi bilang kamu punya Tuhan yang menjamin rezki hamba-hambaNya, tapi mengapa kamu bersusah-payah cari rezki sampai kesini?”

Mendengar kata-kata pemimpin para penyembah berhala itu, si saudagar pun langsung pulang, menyedekahkan seluruh hartanya, dan menjalani kehidupan yang sama sekali baru. Zuhud.

Saudagar itulah yang kemudian dikenal sebagai sufi besar Syaqieq Al-Balkhy (w. 194 H.).

Obrolan Sepasang Sepatu

Malam sudah cukup larut. Namun terjadi perdebatan antara sepatu kiri dan sepatu kanan disudut ruangan suatu rumah, tepatnya di rak sepatu. Padahal mereka baru saja melepas lelah setelah seharian penuh menemani tuannya pergi ke pegunugan.

"Enak benar kamu hari ini. Pulang-pulang langsung mau tidur,padahal seharian udah tidur" gerutu sepatu kanan ketika melihat sepatu kiri sudah mau tidur.

"Kamu lihat sendiri, sudah jam berapa sekarang? Masa aku ga boleh tidur?" Jawab si sepatu kiri dengan kesal

"Bukannya kamu sudah ngorok seharian?" Tanya sepatu kanan dengan ketus

"Enak saja! Mana berani di depan bos ngorok?" jawab sepatu kiri sama ketusnya.

"Ya sudah kalau tidak mau mengaku. Yang jelas hari ini kamu santai-santai kan? UENAAKKK TENAN!" Kata sepatu kanan dengan sinis.

"Kamu ini salah makan atau apa? Tanpa alasan marah-marah melulu?" sahut sepatu kiri

"Aku ini tidak marah. Cuma kesal!"

"Apa bedanya marah dan kesal?!"

"Marah setingkat lebih tinggi. Tapi kesal ada gemasnya juga!"

"Hahaha dapat definisi dari mana sobat?"tanya sepatu kiri

"Yah masa bodohlah. Dapat definisi dari mana kek tidak perlu tahu. Yang jelas kamu egois tanpa perasaan. Mengaku sobat, tapi tidak punya empati. Kalau emang seorang sahabat, seharusnya mau membantu!"

"Lho lho lho?aku jadi bingung. Kita ini bukan sekedar sahabat bung! Lebih dari itu. Tidur berdampingan pergi bareng kemana mana. Berbecek ria bersama, dsb. Meski ditakdirkan mempunyai dua tubuh, tetapi kita selalu ditakdirkan hidup berdampingan. Bahkan salah satu di antara kita bagaikan bayangan di cermin. kamu seperti bayanganku, aku seperti bayanganmu. Jadi apa lagi yang perlu dipersoalkan." Jawab si sepatu kiri

"Kamu memang paling pintar bersilat lidah, Berbusa-busa, tapi kenyataannya berbeda!"

"Sudahlah, ini sudah malam. Besok pagi-pagi kita harus sudah siap menemani bos lagi. Aku tidak paham apa yang kamu maksudkan. Coba bicara dengan jelas. Setelah itu kita tidur, "Jawab si sepatu kiri sambil menguap

"Oke, aku mau bicara dengan jujur, gamblang, terang,blak-blakan. Mengapa seharian kamu tidak mau membantu aku? Sepanjang hari, naik turun bukit kamu diam membayu. Sementara aku dibiarkan bekerja keras sendirian?!"

"Lho kamu ini gimana? Bos kan menggunakan mobil barunya! Mobil otomatis. Kaki kirinya sama sekali tidak bekerja. Sementara kaki kanannya menginjak gas dan rem bergantian. Bukannya aku tidak mau membantu. Aku memang tidak bisa berperan karena kaki kiri bos kita juga tidak berperan. Masa aku harus minta-minta dipakai di kaki kanan bos menggantikanmu?! "jawab si kaki kiri panjang lebar

"Jadi besok2 kamu akan bersantai?!"

"Memangnya bos kita seharian menyetir mobil melulu? Apa dia tidak jalan kaki? Kalau jalan kaki apa hanya menggunakan kaki kanan saja? Kamu ini jangan seperti anak kecil hitung-hitungan sama teman. Coba kamu ingat, sebelum beli mobil baru yang otomatis, aku kan yang lebih capai ketimbang kamu? Kalau naik turun pegunungan, aku harus menahan kopling terus-terusan. Apa selama ini aku menggerutu dan jengkel sama kamu? Kan Tidak?!" sahut sepatu kiri berapi-api.

Mendengar penjelasan sepatu kiri, sepatu kanan hanya diam dan menghela napas.

"Sudahlah sobat, kita ini ditakdirkan menjadi pasangan sehidup semati, tak akan pernah berpisah sekejap pun. Abadi. Bahkan lebih abadi ketimbang pasangan suami istri di zaman sekarang, yang sebentar-sebentar kimpoi cerai. Seandainya aku rusak dan tubuhmu masih utuh pasti kita berdua dibuang. Demikian juga sebaliknya. Tak ada sejarahmya sepatu kiri rusak lalu bos membeli sepatu kiri baru untuk menamani sepatu kanan! Ya kan?" kata si sepatu kiri beragumentasi.

"Kamu memang benar sobat. Hari ini aku terlalu lelah dan gampang emosi. Maafkan aku. Aku telah mengaku salah" Akhirnya sepatu kanan memohon maaf.

Lalu keduanya pun tidur dengan lelap, wajah keduanya tampak ceria dan penuh kedamaian.
Esok harinya mereka saling akrab dan bahu membahu. Saat si bos mengendari mobil, sepatu kiri istirahat sejenak. Namun ketika si bos bermain bola dengan semangat, giliran sepatu kiri yang bekerja keras karena si bos adalah pemain sayap kiri yang menggunakan kaki kirinya.

Orang Bijak

Pada zaman China kuno ada seorang anak ajaib yang sangat terkenal. Anak itu bernama Xiang Tuo. Ia sangat pintar, namun ia terkenal bukan hanya karena kepintarannya, tetapi karena Kong Zi, filsuf dari negeri China pernah belajar darinya saat usia Xiang Tuo belum genap tujuh tahun. Bahkan, Kong Zi pernah meminta Xiang Tuo menjadi gurunya.

Kong Zi pergi ke berbagai tempat dan berbagai negeri untuk mengajar. Suatu saat ketika dalam perjalanan, dari atas kereta ia menyaksikan ada tiga anak sedang bermain pasir dan membangun gunung pasir. Ia sangat tertarik menyaksikan ketiga anak itu bermain, terutama pada seorang anak yang begitu gembira dalam bermain. Anak itu sedang membuat semacam rumah yang dikelilingi benteng. Anak istimewa itu bernama Xiang Tuo.

Kereta yang ditumpangi Kong Zi harus berhenti karena Xiang Tuo bermain di jalan yang akan dilewati Kong Zi. Anak-anak itu terus bermain seolah-olah tidak ada kendaraan yang akan lewat, walau kereta Kong Zi suda ada tepat di hadapan mereka. Karena tidak ingin mengganggu kegembiraan anak-anak, Kong Zi turun dan mendekati anak-anak itu. Setelah beberapa saat Kong Zi berkata dengan lembut kepada Xiang Tuo, "Kamu bermain begitu gembira sampai tidak bisa melihat ada kereta yang mau lewat, apakah kamu tidak sadar bangunan pasirmu menghalangi jalan?"

Xiang Tuo bangkit dan balik bertanya, "Dari dulu, setahu saya, sebuah kendaraan hanya bisa melewati jalan atau mengitari sebuah kota. Di manakah ada sebuah kota khusus membuat jalan untuk sebuah kendaraan?" Kong Zi terkejut. Belum pernah seorang anak umur tujuh tahun bisa berdebat layaknya seorang ahli pikir.

Sementara anak itu terus bermain, Kong Zi berpikir. Ia lalu mendekati Xiang Tuo untuk menguji kepintarannya. "Baik, ucapanmu sungguh masuk akal dan benar. Sekarang saya ada beberapa pertanyaan, apakah kamu bisa mengingat semua pertanyaan ini dan menjawabnya dengan baik. Gunung apa yang tidak ada batunya? Kumpulan air apa yang tidak ada ikan di dalamnya? Pintu apa yang tidak bisa ditutup? Api apa yang tidak ada asapnya? Wanita macam apa yang tidak punya suami? Kapan siang hari terasa pendek? Kapan siang hari terasa panjang? Manusia apa yang tidak punya anak?" Tak terasa Kong Zi mengajukan empat puluh pertanyaan sekaligus.

Namun, Xiang Tuo mendengarkan semua pertanyaan Kong Zi. Tanpa banyak berpikir ia mulai menjawab, "Gunung pasir tidak mempunyai batu! Air minum tidak ada ikannya! Pintu yang tidak ada daun pintunya tidak bisa ditutup! Api amarah tidak ada asapnya! Siang hari terasa singkat pada musim dingin karena setelah pukul tujuh pagi baru mulai terang dan pukul empat sore sudah mulai gelap! Siang hari akan terasa lebih panjang saat musim panas, karena pukul lima pagi sudah terang dan diatas pukul delapan malam baru gelap!" Tak terasa empat puluh macam pertanyaan Kong Zi dijawabnya dengan baik dan lancar.

Semua jawaban Xiang Tuo terasa mudah bagi anak-anak sekarang, namun pada masa itu, khususnya untuk anak yang belum genap berumur tujuh tahun, itu merupakan jawaban yang luar biasa. Apa lagi, Xiang Tuo dapat mengingat semua pertanyaan itu dengan baik tanpa harus menuliskannya di buku tulis atau mencatatnya di komputer, serta dapat menjawabnya dengan urutan yang benar dan teliti. Untuk yang terakhir ini, sulit menjumpai anak sekarang bisa mengingat semua itu. Karena itu, Kong Zi mengangguk-anggukkan kepala dan berkata," Sungguh hebat dan ajaib!"

Xiang Tuo sama sekali tidak tahu bahwa yang dihadapinya adalah seorang filsuf yang sudah kesohor dan sangat disegani pada zaman itu. Xiang Tuo pun balik bertanya dengan pertanyaan yang susah dijawab dengan cepat oleh Kong Zi. Karena itu, Kong Zi berkata padanya,"Pengetahuanmu sangat luas dan dalam. Di kereta saya ada papan catur (catur China), mari ikut saya dan kita bertaruh apakah kamu bisa memenangkannya?"

Xiang Tuo sambil menggeleng-gelengkan kepala menjawab,"Aku tidak ingin bertaruh denganmu!"

Kong Zi mengernyitkan dahi dan bertanya, " Mengapa?"

Xiang Tuo menjawab, "Bertaruh adalah pekerjaan yang membosankan, karena itu tidak ada gunanya. Lagi pula bertaruh banyak ruginya daripada untungnya. Sering orang bertaruh kehilangan akal sehatnya dan tidak bisa membedakan mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Pendidik yang suka bertaruh akan membuatnya malas membaca buku, padahal itu penting untuk pekerjaannya. Petani yang suka bertaruh akan kurang konsentrasi untuk bercocok tanam dan hasil taninya akan jelek. Manajer yang suka bertaruh akan tidak tidak punya hati untuk menyelesaikan semua masalah kerjanya. Raja yang suka bertaruh akan mengabaikan rakyatnya!"

Kong Zi terkesima dan kagum saat mendengar semua perkataan yang menakjubkan dari Xiang Tuo. Karena itu, ia bertanya kepada Xiang Tuo, "Maukah kamu jadi guru saya?"

Sejak saat itu kepintaran dan hikmat Xiang Tuo yang tinggi terkenal ke berbagai tempat dan negeri, khususnya yang dikunjungi oleh Kong Zi. Sementara Kong Zi makin dihormati karena ia mau belajar dari seorang anak yang masih bau kencur.
Gulley is offline  

Kelemahan Kita adalah Kekuatan Kita

Charlie mengalami musibah yang mengakibatkan kebutaan semasa Perang Dunia II, sewaktu menyelamatkan temannya keluar dari sebuah tank yang sedang ditembaki musuh. Ia adalah atlet yang hebat sebelum terjadinya musibah penglihatannya. Dan sebagai bukti bakat dan tekadnya ia lantas memutuskan untuk mencoba kemampuan di suatu jenis olah raga baru, suatu jenis olah raga yang olehnya tidak pernah terbayangkan akan pernah digelutinya, bahkan apabila ia tidak tunanetra: Golf.

Berkat tekadnya serta kecintaan yang mendalam terhadap olah raga itu ia menjadi Juara Nasional Golf Tunanetra. Ia meraih gelar itu sebanyak 13 kali. Salah seorang tokoh yang dikaguminya adalah pegolf ulung Ben Hogan. Karenany benar-benar merupakan kehormatan bagi Charlie ketika pada tahun 1958 ia berhasil menjuarai pertandingan “Ben Hogan Award .”

Charlie terkagum-kagum ketika menerima ucapan selamat dari Ben Hogan. Ia mengatakan bahwa ada satu keinginannya, yaitu bermain golf satu round bersama tokoh yang dikaguminya itu.

Ben Hogan menyatakan bahwa baginya juga merupakan kehormatan untuk bermain bersama Charlie, karena ia sudah mendengar tentang segala prestasi Charlie dan sungguh-sungguh mengagumi kepiawaiannya.

“ Anda mau bermain dengan taruhan uang Mr. Hogan ? “ tanya Charlie memberanikan diri. “ Saya tidak bisa bermain dengan taruhan uang, karena itu tidak pantas!” kata Ben Hogan. “ ayolah, Mr. Hogan – seribu dolar untuk setiap hole!”

“ Tidak bisa, apa kata orang nanti – mengambil keuntungan dari keadaan anda” kata pegolf yang berpenglihatan baik itu.

“ Takut, Mr Hogan ?”

“Oke,” tukas Ben Hogan yang mulai kesal, “tetatpi saya akan bermain sebaik mungkin!”

“Memang begitulah yang saya harapkan,” kata Charlie dengan sikap yakin.

“Baiklah Mr. Charli, anda tentukan saja waktu dan tempatnya!”

Dengan penuh kepercayaan diri , Charlie Boswel mengatakan “ Pukul sepuluh….malam ini .”

Sumber :Chicken soup for the soul

NIAT adalah PONDASI AMAL

Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia tak sombong atau membanggakan kekayaannya. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga-tetangganya yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya. Di musim paceklik, ia membagikan bahan pangan dari kebunnya yang berhektar-hektar kepada banyak orang yang kesusahan. Salah satu yang sering dibantu adalah seorang tetangganya yang miskin.

Dikisahkan, sesudah meninggal, berkat banyaknya amal, si orang kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga, di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa.

“Apa kabar, sobat! Sungguh tak terduga, bisa bertemu kamu di sini,” ujar si kaya.

“Mengapa tidak? Bukankah Tuhan memberikan surga pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa memandang kaya dan miskin?” jawab si miskin.

“Jangan salah paham, sobat. Tentu saja aku paham, Tuhan Maha Pengasih kepada semua umat-Nya tanpa memandang kaya-miskin. Cuma aku ingin tahu, amalan apakah yang telah kau lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?”

“Oh, sederhana saja. Aku mendapat pahala atas amalan membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya….”

“Bagaimana itu mungkin?” ujar si kaya, heran. “Bukankah waktu di dunia dulu kamu sangat miskin. Bahkan seingatku, untuk nafkah hidup sehari-hari saja kamu harus berutang kanan-kiri?”

“Ucapanmu memang benar,” jawab si miskin. “Cuma waktu di dunia dulu, aku sering berdoa: Oh, Tuhan! Seandainya aku diberi kekayaan materi seperti tetanggaku yang kaya itu, aku berniat membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan banyak amal lainnya. Tapi apapun yang kau berikan untukku, aku akan ikhlas dan sabar menerimanya.”

“Rupanya, meski selama hidup di dunia aku tak pernah berhasil mewujudkannya, ternyata semua niat baikku yang tulus itu dicatat oleh Tuhan. Dan aku diberi pahala, seolah-olah aku telah melakukannya. Berkat semua niat baik itulah, aku diberi ganjaran surga ini dan bisa bertemu kamu di sini,” lanjut si miskin.