Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia
Romy Rafael mengemukakan beberapa point penting yang dapat kita pergunakan untuk meningkatkan kualitas diri, antara lain: 1. Pengaruh self talk positif Pada dasarnya,selama kita hidup kita akan selalu melakukan self talk(dialog dengan diri sendiri). Sayangnya, tanpa disadari self talk yang kita lakukan cenderung negatif. Misal:Kita berdialog dengan diri sendiri: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Lalu kita jawab: Karena ia tidak suka kepadaku. Karena kita sudah beranggapan demikian, bisa jadi dalam pelajaran beliau kita menjadi enggan belajar dalam mata pelajarannya. Akibatnya hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar kita. Tentu saja self talk yang demikian adalah self talk yang negatif, karena tidak membuat kita menjadi lebih baik. Kuncinya di sini adalah kesadaran. Kita harus mengganti self talk tersebut menjadi positif. Misal: Mengapa guru A selalu memarahi aku? Mungkin masih ada perilaku diri saya yang masih kurang berkenan di mata beliau. Bagusnya, beliau masih mau menegurku dan tidak nyuekin saya. Saya harus intropeksi diri dan menjadi lebih baik lagi. 2. Yakin vs Tahu Dikemukakan oleh Romy Rafael, perbandingan kita melakukan seuatu dikarenakan yakin dengan tahu adalah 88%:12%. Maksudnya kita cenderung melakukan sesuatu dengan didasari oleh keyakinan(emosi) ketimbang tahu(logika). Misal: Bagi perokok, sebenarnya mereka tahu bahwa merokok dapat menyebabkan kanker,dsb. Namun karena didasari keyakinan: tidak apa-apalah, toh merokok atau tidak, tetap akan mati juga. Ini adalah keyakinan yang menghambat kita dalam meningkatkan kualitas diri. Seseorang harus dengan hati-hati, memilih memegang keyakinan dalam menjalani hidupnya. 3. Perumpamaan gelas. Gelas ibarat apa yang ada dibenak kita. Susu adalah pikiran yang positif. Kopi adalah pikiran yang negatif. Kabar baiknya adalah untuk mengganti kopi(pikiran negatif) yang sudah terlanjur ada, kita cukup menuangkan susu(pikiran positif) terus menerus. Kabar buruknya, walaupun sudah terisi susu,gelas tersebut dapat menjadi kopi kembali. Kuncinya disini adalah kita harus senantiasa menuangkan susu kedalamnya. Dengan kata lain, isilah benak anda dengan pikiran2 positif setiap saatnya. |
|
|
|
Tuesday, September 27, 2011
Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia
Simple Life ala Orang Terkaya di Dunia
Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor
Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah
orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset
pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah),
Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 juta (sekitar Rp. 300 milyar) dana pribadinya
untuk sumbangan-sumbangan...
Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:
1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun,
dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat
2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun
dari hasil tabungannya menjadi loper koran
3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah,
memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha , yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.
4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun
bodyguard di dekatnya
5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi,
walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia
6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.
Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut,
memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya.
Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan:
1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik
saham
2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1
7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.
Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn,
dan menonton TV.
8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk
bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.
9. Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,
Nasehatnya untuk Anak Muda:
'Stay away from credit cards and invest in yourself and
remember:
1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa
menciptakan UANG....
2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri.
Yang penting diri Anda NYAMAN...
3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.
Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang
membuat Anda merasa nyaman (feel good)
4. Jangan membeli barang karena merknya.
Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.
5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang
tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk
kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.
6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.
"Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan
orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia...
So guyz, terkadang kesederhanaan itu sangat indah. Aku teringat ucapan seorang bhikkhu dalam sebuah kebaktian, "Memiliki mobil bukanlah sebuah kesalahan, manakala mobil itu murni untuk menjadi alat bantu transportasi bagi kemudahan hidup kita. Kesalahan baru terjadi saat mobil tersebut berubah fungsi menjadi ajang pamer status dan gaya hidup kita. Intinya, kepuasan hanya dapat hadir di dalam hati mereka yang selalu bisa merasa cukup.
So guyz, the choice is yours, Cleopatra wanna be or Warren Buffet's simple life? Selamat berbuat kebajikan dan semoga semua makhluk hidup bebahagia
Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 juta (sekitar Rp. 300 milyar) dana pribadinya
untuk sumbangan-sumbangan...
Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:
1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun,
dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat
2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun
dari hasil tabungannya menjadi loper koran
3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah,
memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha , yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.
4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun
bodyguard di dekatnya
5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi,
walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia
6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.
Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut,
memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya.
Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan:
1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik
saham
2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1
7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.
Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn,
dan menonton TV.
8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk
bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.
9. Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,
Nasehatnya untuk Anak Muda:
'Stay away from credit cards and invest in yourself and
remember:
1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa
menciptakan UANG....
2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri.
Yang penting diri Anda NYAMAN...
3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.
Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang
membuat Anda merasa nyaman (feel good)
4. Jangan membeli barang karena merknya.
Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.
5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang
tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk
kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.
6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.
"Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan
orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia...
So guyz, terkadang kesederhanaan itu sangat indah. Aku teringat ucapan seorang bhikkhu dalam sebuah kebaktian, "Memiliki mobil bukanlah sebuah kesalahan, manakala mobil itu murni untuk menjadi alat bantu transportasi bagi kemudahan hidup kita. Kesalahan baru terjadi saat mobil tersebut berubah fungsi menjadi ajang pamer status dan gaya hidup kita. Intinya, kepuasan hanya dapat hadir di dalam hati mereka yang selalu bisa merasa cukup.
So guyz, the choice is yours, Cleopatra wanna be or Warren Buffet's simple life? Selamat berbuat kebajikan dan semoga semua makhluk hidup bebahagia
NASIHAT PENYEMBAH BERHALA
NASIHAT PENYEMBAH BERHALA
Seorang saudagar kaya yang banyak bepergian untuk berdagang, suatu ketika datang di wilayah Turki yang penduduknya masih menyembah berhala. Kepada pemimpin mereka, si saudagar itu berkata menasehati, “Ini tidak benar; perbuatan menyembah berhala ini salah. Kita mempunyai Tuhan yang menciptakan semua makhluk. Tuhan yang memiliki sifat tidak sama dengan apa pun atau siapa pun. Tuhan yang menjamini rezki hamba-hambaNya…”
Belum lagi selesai bicaranya, si pemimpin para penyembah berhala menukas, “Ah, ucapanmu tidak sesuai dengan perbuatanmu.”
“Kok bisa?” sahut si saudagar.
“Kamu tadi bilang kamu punya Tuhan yang menjamin rezki hamba-hambaNya, tapi mengapa kamu bersusah-payah cari rezki sampai kesini?”
Mendengar kata-kata pemimpin para penyembah berhala itu, si saudagar pun langsung pulang, menyedekahkan seluruh hartanya, dan menjalani kehidupan yang sama sekali baru. Zuhud.
Saudagar itulah yang kemudian dikenal sebagai sufi besar Syaqieq Al-Balkhy (w. 194 H.).
Seorang saudagar kaya yang banyak bepergian untuk berdagang, suatu ketika datang di wilayah Turki yang penduduknya masih menyembah berhala. Kepada pemimpin mereka, si saudagar itu berkata menasehati, “Ini tidak benar; perbuatan menyembah berhala ini salah. Kita mempunyai Tuhan yang menciptakan semua makhluk. Tuhan yang memiliki sifat tidak sama dengan apa pun atau siapa pun. Tuhan yang menjamini rezki hamba-hambaNya…”
Belum lagi selesai bicaranya, si pemimpin para penyembah berhala menukas, “Ah, ucapanmu tidak sesuai dengan perbuatanmu.”
“Kok bisa?” sahut si saudagar.
“Kamu tadi bilang kamu punya Tuhan yang menjamin rezki hamba-hambaNya, tapi mengapa kamu bersusah-payah cari rezki sampai kesini?”
Mendengar kata-kata pemimpin para penyembah berhala itu, si saudagar pun langsung pulang, menyedekahkan seluruh hartanya, dan menjalani kehidupan yang sama sekali baru. Zuhud.
Saudagar itulah yang kemudian dikenal sebagai sufi besar Syaqieq Al-Balkhy (w. 194 H.).
Obrolan Sepasang Sepatu
Malam sudah cukup larut. Namun terjadi perdebatan antara sepatu kiri dan
sepatu kanan disudut ruangan suatu rumah, tepatnya di rak sepatu.
Padahal mereka baru saja melepas lelah setelah seharian penuh menemani
tuannya pergi ke pegunugan.
"Enak benar kamu hari ini. Pulang-pulang langsung mau tidur,padahal seharian udah tidur" gerutu sepatu kanan ketika melihat sepatu kiri sudah mau tidur.
"Kamu lihat sendiri, sudah jam berapa sekarang? Masa aku ga boleh tidur?" Jawab si sepatu kiri dengan kesal
"Bukannya kamu sudah ngorok seharian?" Tanya sepatu kanan dengan ketus
"Enak saja! Mana berani di depan bos ngorok?" jawab sepatu kiri sama ketusnya.
"Ya sudah kalau tidak mau mengaku. Yang jelas hari ini kamu santai-santai kan? UENAAKKK TENAN!" Kata sepatu kanan dengan sinis.
"Kamu ini salah makan atau apa? Tanpa alasan marah-marah melulu?" sahut sepatu kiri
"Aku ini tidak marah. Cuma kesal!"
"Apa bedanya marah dan kesal?!"
"Marah setingkat lebih tinggi. Tapi kesal ada gemasnya juga!"
"Hahaha dapat definisi dari mana sobat?"tanya sepatu kiri
"Yah masa bodohlah. Dapat definisi dari mana kek tidak perlu tahu. Yang jelas kamu egois tanpa perasaan. Mengaku sobat, tapi tidak punya empati. Kalau emang seorang sahabat, seharusnya mau membantu!"
"Lho lho lho?aku jadi bingung. Kita ini bukan sekedar sahabat bung! Lebih dari itu. Tidur berdampingan pergi bareng kemana mana. Berbecek ria bersama, dsb. Meski ditakdirkan mempunyai dua tubuh, tetapi kita selalu ditakdirkan hidup berdampingan. Bahkan salah satu di antara kita bagaikan bayangan di cermin. kamu seperti bayanganku, aku seperti bayanganmu. Jadi apa lagi yang perlu dipersoalkan." Jawab si sepatu kiri
"Kamu memang paling pintar bersilat lidah, Berbusa-busa, tapi kenyataannya berbeda!"
"Sudahlah, ini sudah malam. Besok pagi-pagi kita harus sudah siap menemani bos lagi. Aku tidak paham apa yang kamu maksudkan. Coba bicara dengan jelas. Setelah itu kita tidur, "Jawab si sepatu kiri sambil menguap
"Oke, aku mau bicara dengan jujur, gamblang, terang,blak-blakan. Mengapa seharian kamu tidak mau membantu aku? Sepanjang hari, naik turun bukit kamu diam membayu. Sementara aku dibiarkan bekerja keras sendirian?!"
"Lho kamu ini gimana? Bos kan menggunakan mobil barunya! Mobil otomatis. Kaki kirinya sama sekali tidak bekerja. Sementara kaki kanannya menginjak gas dan rem bergantian. Bukannya aku tidak mau membantu. Aku memang tidak bisa berperan karena kaki kiri bos kita juga tidak berperan. Masa aku harus minta-minta dipakai di kaki kanan bos menggantikanmu?! "jawab si kaki kiri panjang lebar
"Jadi besok2 kamu akan bersantai?!"
"Memangnya bos kita seharian menyetir mobil melulu? Apa dia tidak jalan kaki? Kalau jalan kaki apa hanya menggunakan kaki kanan saja? Kamu ini jangan seperti anak kecil hitung-hitungan sama teman. Coba kamu ingat, sebelum beli mobil baru yang otomatis, aku kan yang lebih capai ketimbang kamu? Kalau naik turun pegunungan, aku harus menahan kopling terus-terusan. Apa selama ini aku menggerutu dan jengkel sama kamu? Kan Tidak?!" sahut sepatu kiri berapi-api.
Mendengar penjelasan sepatu kiri, sepatu kanan hanya diam dan menghela napas.
"Sudahlah sobat, kita ini ditakdirkan menjadi pasangan sehidup semati, tak akan pernah berpisah sekejap pun. Abadi. Bahkan lebih abadi ketimbang pasangan suami istri di zaman sekarang, yang sebentar-sebentar kimpoi cerai. Seandainya aku rusak dan tubuhmu masih utuh pasti kita berdua dibuang. Demikian juga sebaliknya. Tak ada sejarahmya sepatu kiri rusak lalu bos membeli sepatu kiri baru untuk menamani sepatu kanan! Ya kan?" kata si sepatu kiri beragumentasi.
"Kamu memang benar sobat. Hari ini aku terlalu lelah dan gampang emosi. Maafkan aku. Aku telah mengaku salah" Akhirnya sepatu kanan memohon maaf.
Lalu keduanya pun tidur dengan lelap, wajah keduanya tampak ceria dan penuh kedamaian.
Esok harinya mereka saling akrab dan bahu membahu. Saat si bos mengendari mobil, sepatu kiri istirahat sejenak. Namun ketika si bos bermain bola dengan semangat, giliran sepatu kiri yang bekerja keras karena si bos adalah pemain sayap kiri yang menggunakan kaki kirinya.
"Enak benar kamu hari ini. Pulang-pulang langsung mau tidur,padahal seharian udah tidur" gerutu sepatu kanan ketika melihat sepatu kiri sudah mau tidur.
"Kamu lihat sendiri, sudah jam berapa sekarang? Masa aku ga boleh tidur?" Jawab si sepatu kiri dengan kesal
"Bukannya kamu sudah ngorok seharian?" Tanya sepatu kanan dengan ketus
"Enak saja! Mana berani di depan bos ngorok?" jawab sepatu kiri sama ketusnya.
"Ya sudah kalau tidak mau mengaku. Yang jelas hari ini kamu santai-santai kan? UENAAKKK TENAN!" Kata sepatu kanan dengan sinis.
"Kamu ini salah makan atau apa? Tanpa alasan marah-marah melulu?" sahut sepatu kiri
"Aku ini tidak marah. Cuma kesal!"
"Apa bedanya marah dan kesal?!"
"Marah setingkat lebih tinggi. Tapi kesal ada gemasnya juga!"
"Hahaha dapat definisi dari mana sobat?"tanya sepatu kiri
"Yah masa bodohlah. Dapat definisi dari mana kek tidak perlu tahu. Yang jelas kamu egois tanpa perasaan. Mengaku sobat, tapi tidak punya empati. Kalau emang seorang sahabat, seharusnya mau membantu!"
"Lho lho lho?aku jadi bingung. Kita ini bukan sekedar sahabat bung! Lebih dari itu. Tidur berdampingan pergi bareng kemana mana. Berbecek ria bersama, dsb. Meski ditakdirkan mempunyai dua tubuh, tetapi kita selalu ditakdirkan hidup berdampingan. Bahkan salah satu di antara kita bagaikan bayangan di cermin. kamu seperti bayanganku, aku seperti bayanganmu. Jadi apa lagi yang perlu dipersoalkan." Jawab si sepatu kiri
"Kamu memang paling pintar bersilat lidah, Berbusa-busa, tapi kenyataannya berbeda!"
"Sudahlah, ini sudah malam. Besok pagi-pagi kita harus sudah siap menemani bos lagi. Aku tidak paham apa yang kamu maksudkan. Coba bicara dengan jelas. Setelah itu kita tidur, "Jawab si sepatu kiri sambil menguap
"Oke, aku mau bicara dengan jujur, gamblang, terang,blak-blakan. Mengapa seharian kamu tidak mau membantu aku? Sepanjang hari, naik turun bukit kamu diam membayu. Sementara aku dibiarkan bekerja keras sendirian?!"
"Lho kamu ini gimana? Bos kan menggunakan mobil barunya! Mobil otomatis. Kaki kirinya sama sekali tidak bekerja. Sementara kaki kanannya menginjak gas dan rem bergantian. Bukannya aku tidak mau membantu. Aku memang tidak bisa berperan karena kaki kiri bos kita juga tidak berperan. Masa aku harus minta-minta dipakai di kaki kanan bos menggantikanmu?! "jawab si kaki kiri panjang lebar
"Jadi besok2 kamu akan bersantai?!"
"Memangnya bos kita seharian menyetir mobil melulu? Apa dia tidak jalan kaki? Kalau jalan kaki apa hanya menggunakan kaki kanan saja? Kamu ini jangan seperti anak kecil hitung-hitungan sama teman. Coba kamu ingat, sebelum beli mobil baru yang otomatis, aku kan yang lebih capai ketimbang kamu? Kalau naik turun pegunungan, aku harus menahan kopling terus-terusan. Apa selama ini aku menggerutu dan jengkel sama kamu? Kan Tidak?!" sahut sepatu kiri berapi-api.
Mendengar penjelasan sepatu kiri, sepatu kanan hanya diam dan menghela napas.
"Sudahlah sobat, kita ini ditakdirkan menjadi pasangan sehidup semati, tak akan pernah berpisah sekejap pun. Abadi. Bahkan lebih abadi ketimbang pasangan suami istri di zaman sekarang, yang sebentar-sebentar kimpoi cerai. Seandainya aku rusak dan tubuhmu masih utuh pasti kita berdua dibuang. Demikian juga sebaliknya. Tak ada sejarahmya sepatu kiri rusak lalu bos membeli sepatu kiri baru untuk menamani sepatu kanan! Ya kan?" kata si sepatu kiri beragumentasi.
"Kamu memang benar sobat. Hari ini aku terlalu lelah dan gampang emosi. Maafkan aku. Aku telah mengaku salah" Akhirnya sepatu kanan memohon maaf.
Lalu keduanya pun tidur dengan lelap, wajah keduanya tampak ceria dan penuh kedamaian.
Esok harinya mereka saling akrab dan bahu membahu. Saat si bos mengendari mobil, sepatu kiri istirahat sejenak. Namun ketika si bos bermain bola dengan semangat, giliran sepatu kiri yang bekerja keras karena si bos adalah pemain sayap kiri yang menggunakan kaki kirinya.
Orang Bijak
| Pada
zaman China kuno ada seorang anak ajaib yang sangat terkenal. Anak itu
bernama Xiang Tuo. Ia sangat pintar, namun ia terkenal bukan hanya
karena kepintarannya, tetapi karena Kong Zi, filsuf dari negeri China
pernah belajar darinya saat usia Xiang Tuo belum genap tujuh tahun.
Bahkan, Kong Zi pernah meminta Xiang Tuo menjadi gurunya. Kong Zi pergi ke berbagai tempat dan berbagai negeri untuk mengajar. Suatu saat ketika dalam perjalanan, dari atas kereta ia menyaksikan ada tiga anak sedang bermain pasir dan membangun gunung pasir. Ia sangat tertarik menyaksikan ketiga anak itu bermain, terutama pada seorang anak yang begitu gembira dalam bermain. Anak itu sedang membuat semacam rumah yang dikelilingi benteng. Anak istimewa itu bernama Xiang Tuo. Kereta yang ditumpangi Kong Zi harus berhenti karena Xiang Tuo bermain di jalan yang akan dilewati Kong Zi. Anak-anak itu terus bermain seolah-olah tidak ada kendaraan yang akan lewat, walau kereta Kong Zi suda ada tepat di hadapan mereka. Karena tidak ingin mengganggu kegembiraan anak-anak, Kong Zi turun dan mendekati anak-anak itu. Setelah beberapa saat Kong Zi berkata dengan lembut kepada Xiang Tuo, "Kamu bermain begitu gembira sampai tidak bisa melihat ada kereta yang mau lewat, apakah kamu tidak sadar bangunan pasirmu menghalangi jalan?" Xiang Tuo bangkit dan balik bertanya, "Dari dulu, setahu saya, sebuah kendaraan hanya bisa melewati jalan atau mengitari sebuah kota. Di manakah ada sebuah kota khusus membuat jalan untuk sebuah kendaraan?" Kong Zi terkejut. Belum pernah seorang anak umur tujuh tahun bisa berdebat layaknya seorang ahli pikir. Sementara anak itu terus bermain, Kong Zi berpikir. Ia lalu mendekati Xiang Tuo untuk menguji kepintarannya. "Baik, ucapanmu sungguh masuk akal dan benar. Sekarang saya ada beberapa pertanyaan, apakah kamu bisa mengingat semua pertanyaan ini dan menjawabnya dengan baik. Gunung apa yang tidak ada batunya? Kumpulan air apa yang tidak ada ikan di dalamnya? Pintu apa yang tidak bisa ditutup? Api apa yang tidak ada asapnya? Wanita macam apa yang tidak punya suami? Kapan siang hari terasa pendek? Kapan siang hari terasa panjang? Manusia apa yang tidak punya anak?" Tak terasa Kong Zi mengajukan empat puluh pertanyaan sekaligus. Namun, Xiang Tuo mendengarkan semua pertanyaan Kong Zi. Tanpa banyak berpikir ia mulai menjawab, "Gunung pasir tidak mempunyai batu! Air minum tidak ada ikannya! Pintu yang tidak ada daun pintunya tidak bisa ditutup! Api amarah tidak ada asapnya! Siang hari terasa singkat pada musim dingin karena setelah pukul tujuh pagi baru mulai terang dan pukul empat sore sudah mulai gelap! Siang hari akan terasa lebih panjang saat musim panas, karena pukul lima pagi sudah terang dan diatas pukul delapan malam baru gelap!" Tak terasa empat puluh macam pertanyaan Kong Zi dijawabnya dengan baik dan lancar. Semua jawaban Xiang Tuo terasa mudah bagi anak-anak sekarang, namun pada masa itu, khususnya untuk anak yang belum genap berumur tujuh tahun, itu merupakan jawaban yang luar biasa. Apa lagi, Xiang Tuo dapat mengingat semua pertanyaan itu dengan baik tanpa harus menuliskannya di buku tulis atau mencatatnya di komputer, serta dapat menjawabnya dengan urutan yang benar dan teliti. Untuk yang terakhir ini, sulit menjumpai anak sekarang bisa mengingat semua itu. Karena itu, Kong Zi mengangguk-anggukkan kepala dan berkata," Sungguh hebat dan ajaib!" Xiang Tuo sama sekali tidak tahu bahwa yang dihadapinya adalah seorang filsuf yang sudah kesohor dan sangat disegani pada zaman itu. Xiang Tuo pun balik bertanya dengan pertanyaan yang susah dijawab dengan cepat oleh Kong Zi. Karena itu, Kong Zi berkata padanya,"Pengetahuanmu sangat luas dan dalam. Di kereta saya ada papan catur (catur China), mari ikut saya dan kita bertaruh apakah kamu bisa memenangkannya?" Xiang Tuo sambil menggeleng-gelengkan kepala menjawab,"Aku tidak ingin bertaruh denganmu!" Kong Zi mengernyitkan dahi dan bertanya, " Mengapa?" Xiang Tuo menjawab, "Bertaruh adalah pekerjaan yang membosankan, karena itu tidak ada gunanya. Lagi pula bertaruh banyak ruginya daripada untungnya. Sering orang bertaruh kehilangan akal sehatnya dan tidak bisa membedakan mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Pendidik yang suka bertaruh akan membuatnya malas membaca buku, padahal itu penting untuk pekerjaannya. Petani yang suka bertaruh akan kurang konsentrasi untuk bercocok tanam dan hasil taninya akan jelek. Manajer yang suka bertaruh akan tidak tidak punya hati untuk menyelesaikan semua masalah kerjanya. Raja yang suka bertaruh akan mengabaikan rakyatnya!" Kong Zi terkesima dan kagum saat mendengar semua perkataan yang menakjubkan dari Xiang Tuo. Karena itu, ia bertanya kepada Xiang Tuo, "Maukah kamu jadi guru saya?" Sejak saat itu kepintaran dan hikmat Xiang Tuo yang tinggi terkenal ke berbagai tempat dan negeri, khususnya yang dikunjungi oleh Kong Zi. Sementara Kong Zi makin dihormati karena ia mau belajar dari seorang anak yang masih bau kencur. |
|
|
|
Kelemahan Kita adalah Kekuatan Kita
Charlie mengalami musibah yang mengakibatkan kebutaan semasa Perang
Dunia II, sewaktu menyelamatkan temannya keluar dari sebuah tank yang
sedang ditembaki musuh. Ia adalah atlet yang hebat sebelum terjadinya
musibah penglihatannya. Dan sebagai bukti bakat dan tekadnya ia lantas
memutuskan untuk mencoba kemampuan di suatu jenis olah raga baru, suatu
jenis olah raga yang olehnya tidak pernah terbayangkan akan pernah
digelutinya, bahkan apabila ia tidak tunanetra: Golf.
Berkat tekadnya serta kecintaan yang mendalam terhadap olah raga itu ia menjadi Juara Nasional Golf Tunanetra. Ia meraih gelar itu sebanyak 13 kali. Salah seorang tokoh yang dikaguminya adalah pegolf ulung Ben Hogan. Karenany benar-benar merupakan kehormatan bagi Charlie ketika pada tahun 1958 ia berhasil menjuarai pertandingan “Ben Hogan Award .”
Charlie terkagum-kagum ketika menerima ucapan selamat dari Ben Hogan. Ia mengatakan bahwa ada satu keinginannya, yaitu bermain golf satu round bersama tokoh yang dikaguminya itu.
Ben Hogan menyatakan bahwa baginya juga merupakan kehormatan untuk bermain bersama Charlie, karena ia sudah mendengar tentang segala prestasi Charlie dan sungguh-sungguh mengagumi kepiawaiannya.
“ Anda mau bermain dengan taruhan uang Mr. Hogan ? “ tanya Charlie memberanikan diri. “ Saya tidak bisa bermain dengan taruhan uang, karena itu tidak pantas!” kata Ben Hogan. “ ayolah, Mr. Hogan – seribu dolar untuk setiap hole!”
“ Tidak bisa, apa kata orang nanti – mengambil keuntungan dari keadaan anda” kata pegolf yang berpenglihatan baik itu.
“ Takut, Mr Hogan ?”
“Oke,” tukas Ben Hogan yang mulai kesal, “tetatpi saya akan bermain sebaik mungkin!”
“Memang begitulah yang saya harapkan,” kata Charlie dengan sikap yakin.
“Baiklah Mr. Charli, anda tentukan saja waktu dan tempatnya!”
Dengan penuh kepercayaan diri , Charlie Boswel mengatakan “ Pukul sepuluh….malam ini .”
Sumber :Chicken soup for the soul
Berkat tekadnya serta kecintaan yang mendalam terhadap olah raga itu ia menjadi Juara Nasional Golf Tunanetra. Ia meraih gelar itu sebanyak 13 kali. Salah seorang tokoh yang dikaguminya adalah pegolf ulung Ben Hogan. Karenany benar-benar merupakan kehormatan bagi Charlie ketika pada tahun 1958 ia berhasil menjuarai pertandingan “Ben Hogan Award .”
Charlie terkagum-kagum ketika menerima ucapan selamat dari Ben Hogan. Ia mengatakan bahwa ada satu keinginannya, yaitu bermain golf satu round bersama tokoh yang dikaguminya itu.
Ben Hogan menyatakan bahwa baginya juga merupakan kehormatan untuk bermain bersama Charlie, karena ia sudah mendengar tentang segala prestasi Charlie dan sungguh-sungguh mengagumi kepiawaiannya.
“ Anda mau bermain dengan taruhan uang Mr. Hogan ? “ tanya Charlie memberanikan diri. “ Saya tidak bisa bermain dengan taruhan uang, karena itu tidak pantas!” kata Ben Hogan. “ ayolah, Mr. Hogan – seribu dolar untuk setiap hole!”
“ Tidak bisa, apa kata orang nanti – mengambil keuntungan dari keadaan anda” kata pegolf yang berpenglihatan baik itu.
“ Takut, Mr Hogan ?”
“Oke,” tukas Ben Hogan yang mulai kesal, “tetatpi saya akan bermain sebaik mungkin!”
“Memang begitulah yang saya harapkan,” kata Charlie dengan sikap yakin.
“Baiklah Mr. Charli, anda tentukan saja waktu dan tempatnya!”
Dengan penuh kepercayaan diri , Charlie Boswel mengatakan “ Pukul sepuluh….malam ini .”
Sumber :Chicken soup for the soul
NIAT adalah PONDASI AMAL
Alkisah, di suatu negeri pernah
hidup seorang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya
raya, ia tak sombong atau membanggakan kekayaannya. Kekayaannya
digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu
saudara, kerabat dan tetangga-tetangganya yang miskin dan kekurangan,
serta berbagai amal sosial lainnya. Di musim paceklik, ia membagikan
bahan pangan dari kebunnya yang berhektar-hektar kepada banyak orang
yang kesusahan. Salah satu yang sering dibantu adalah seorang
tetangganya yang miskin.
Dikisahkan, sesudah meninggal, berkat banyaknya amal, si orang kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga, di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa.
“Apa kabar, sobat! Sungguh tak terduga, bisa bertemu kamu di sini,” ujar si kaya.
“Mengapa tidak? Bukankah Tuhan memberikan surga pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa memandang kaya dan miskin?” jawab si miskin.
“Jangan salah paham, sobat. Tentu saja aku paham, Tuhan Maha Pengasih kepada semua umat-Nya tanpa memandang kaya-miskin. Cuma aku ingin tahu, amalan apakah yang telah kau lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?”
“Oh, sederhana saja. Aku mendapat pahala atas amalan membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya….”
“Bagaimana itu mungkin?” ujar si kaya, heran. “Bukankah waktu di dunia dulu kamu sangat miskin. Bahkan seingatku, untuk nafkah hidup sehari-hari saja kamu harus berutang kanan-kiri?”
“Ucapanmu memang benar,” jawab si miskin. “Cuma waktu di dunia dulu, aku sering berdoa: Oh, Tuhan! Seandainya aku diberi kekayaan materi seperti tetanggaku yang kaya itu, aku berniat membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan banyak amal lainnya. Tapi apapun yang kau berikan untukku, aku akan ikhlas dan sabar menerimanya.”
“Rupanya, meski selama hidup di dunia aku tak pernah berhasil mewujudkannya, ternyata semua niat baikku yang tulus itu dicatat oleh Tuhan. Dan aku diberi pahala, seolah-olah aku telah melakukannya. Berkat semua niat baik itulah, aku diberi ganjaran surga ini dan bisa bertemu kamu di sini,” lanjut si miskin.
Dikisahkan, sesudah meninggal, berkat banyaknya amal, si orang kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga, di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa.
“Apa kabar, sobat! Sungguh tak terduga, bisa bertemu kamu di sini,” ujar si kaya.
“Mengapa tidak? Bukankah Tuhan memberikan surga pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa memandang kaya dan miskin?” jawab si miskin.
“Jangan salah paham, sobat. Tentu saja aku paham, Tuhan Maha Pengasih kepada semua umat-Nya tanpa memandang kaya-miskin. Cuma aku ingin tahu, amalan apakah yang telah kau lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?”
“Oh, sederhana saja. Aku mendapat pahala atas amalan membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya….”
“Bagaimana itu mungkin?” ujar si kaya, heran. “Bukankah waktu di dunia dulu kamu sangat miskin. Bahkan seingatku, untuk nafkah hidup sehari-hari saja kamu harus berutang kanan-kiri?”
“Ucapanmu memang benar,” jawab si miskin. “Cuma waktu di dunia dulu, aku sering berdoa: Oh, Tuhan! Seandainya aku diberi kekayaan materi seperti tetanggaku yang kaya itu, aku berniat membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan banyak amal lainnya. Tapi apapun yang kau berikan untukku, aku akan ikhlas dan sabar menerimanya.”
“Rupanya, meski selama hidup di dunia aku tak pernah berhasil mewujudkannya, ternyata semua niat baikku yang tulus itu dicatat oleh Tuhan. Dan aku diberi pahala, seolah-olah aku telah melakukannya. Berkat semua niat baik itulah, aku diberi ganjaran surga ini dan bisa bertemu kamu di sini,” lanjut si miskin.
Silahkan Mewakili..
| Alkisah
hiduplah pasangan suami istri... mereka berdua hidup cukup dan
bahagia.. Namun ada 1 hal yang berbeda.. Yang suami suka menyuruh si
istri untuk mewakili dirinya.. Istri : "Pa ayo kita pergi ibadah hari ini" Suami : " Ma, tolong wakilkan papa yah untuk ibadah..." Istri : " @%#$%@!#%^" Tibalah waktunya akhirnya mereka berdua meninggal bersamaan karena umur sudah tua... Sesampainya di depan pintu surga, Malaikat melihat catatan mereka berdua dan mereka berdua sangat baik dan suka menolong. Mengetahui itu Suami Istri itu sangat senang karena mereka bisa masuk Sorga bersama-sama... KEtika hendak melangkah melewati pintu... Sang Malaikat kembali berkata... OH IYA.. BIARKAN SAJA ISTRIMU YANG MEWAKILI |
|
|
|
Meramal Masa Depan
Meramal masa depan
Dikutip dari buku Membuka Pintu Hati
Banyak orang yang ingin mengetahui masa depan. Sebagian orang begitu tak sabarnya menanti apa yang akan terjadi, karena itu mereka mulai mencari jasa dukun dan peramal. Saya punya peringatan bagi Anda mengenai para peramal: jangan percaya pada peramal yang miskin!
Para bhikkhu yang berlatih meditasi dianggap sebagai peramal yang hebat, tetapi biasanya mereka tidak gampang diajak bekerja sama.
Suatu hari, seorang umat yang telah lama menjadi murid Ajahn Chah meminta sang guru besar untuk meramal masa depannya. Ajahn Chah menolak: bhikkhu yang baik tidak ramal- meramal. Tetapi si murid bersikukuh. Dia mengingatkan Ajahn Chah berapa kali dia sudah berdana makanan, berapa banyak dana yang telah dia sumbangkan untuk viharanya, dan bagaimana dia menyopiri Ajahn Chah dengan mobil dan biaya darinya, mengabaikan keluarga dan pekerjaannya sendiri. Ajahn Chah melihat bahwa orang itu terus bersikeras meminta untuk diramal, jadi dia berkata untuk sekali ini saja dia akan membuat perkecualian terhadap peraturan bahwa bhikkhu tidak boleh meramal. "Mana tanganmu. Sini kulihat telapak tanganmu."
Si murid sangat senang. Ajahn Chah belum pernah membaca telapak tangan murid lainnya. Ini spesial. Lagi pula, Ajahn Chah dianggap sebagai orang suci yang punya kemampuan batin yang hebat. Apa pun yang dikatakan oleh Ajahn Chah akan terjadi, pasti akan terjadi.
Ajahn Chah menelusuri garis-garis telapak tangan si murid dengan jarinya. Setiap beberapa saat, dia bicara sendiri, "Ooh, ini menarik" atau "Ya, ya, ya" atau "Luar biasa". Si murid yang malang itu risau dalam penantian.
Ketika Ajahn Chah selesai, dia melepaskan tangan si murid dan berkata kepadanya, "Murid, berikut ini adalah keadaan masa depanmu."
"Ya, ya," kata si murid dengan cepat.
"Dan saya tak pernah salah," tambah Ajahn Chah.
"Saya tahu, saya tahu. Jadi, bagaimana nasib masa depan saya?" tanya si murid dengan penasaran memuncak.
"Masa depanmu akan tak pasti," kata Ajahn Chah. Dan dia tidak salah!
Jadilah Diri Sendiri
Ada 2 org Kristen yg terdampar di gurun sahara. Yg satu bernama George, yang satunya lagi Michael.
Mereka hampir mati kelaparan, tiba2 mereka melihat ada mata air dan ada sebuah mesjid ditengahnya.
Michael berkata : "Hei, kita harus berpura2 jadi orang muslim, kalo tidak mereka akan membunuh kita.
Saya akan mengganti nama saya jadi Mahmud"
George tidak mau mengganti namanya dan dia berkata : " Nama saya George, dan saya tidak mau berpura2 jadi orang lain. Saya tetap George"
Imam dari mesjid itu menerima mereka berdua dgn senang hati, dan menanyakan nama mereka.
Michael : "Nama saya Mahmud"
George : "Nama saya George"
Imam lantas memanggil pembantunya dan berkata : "Tolong bawakan makanan dan minuman hanya untuk George saja".
Dan dia menoleh pd Michael dan berkata : "Mahmud, mudah2an anda masih ingat, kalo sekarang lagi bulan puasa"
Michael pun pingsan kelaparan.....
================================================== ===============
Tidak perlu menjadi orang laen demi mendapatkan yang diinginkan.
DIA punya rencana yang indah buat anda
Mereka hampir mati kelaparan, tiba2 mereka melihat ada mata air dan ada sebuah mesjid ditengahnya.
Michael berkata : "Hei, kita harus berpura2 jadi orang muslim, kalo tidak mereka akan membunuh kita.
Saya akan mengganti nama saya jadi Mahmud"
George tidak mau mengganti namanya dan dia berkata : " Nama saya George, dan saya tidak mau berpura2 jadi orang lain. Saya tetap George"
Imam dari mesjid itu menerima mereka berdua dgn senang hati, dan menanyakan nama mereka.
Michael : "Nama saya Mahmud"
George : "Nama saya George"
Imam lantas memanggil pembantunya dan berkata : "Tolong bawakan makanan dan minuman hanya untuk George saja".
Dan dia menoleh pd Michael dan berkata : "Mahmud, mudah2an anda masih ingat, kalo sekarang lagi bulan puasa"
Michael pun pingsan kelaparan.....
================================================== ===============
Tidak perlu menjadi orang laen demi mendapatkan yang diinginkan.
Berjudi
Berjudi
Dikutip dari buku Membuka Pintu Hati
Mengumpulkan uang itu sulit, tetapi menghabiskannya mudah* dan cara termudah untuk kehilangan uang adalah dengan berjudi. Semua penjudi pada akhirnya adalah pecundang. Meskipun demikian, masih saja orang senang meramal masa depan dan berharap mendapatkan banyak uang dari berjudi. Saya menceritakan dua kisah berikut ini untuk menunjukkan betapa berbahayanya meramal masa depan itu, sekalipun kita mendapat pertanda.
Pada suatu pagi, seorang teman terbangun dari sebuah mimpi yang terasa sangat nyata. Dia bermimpi tentang lima malaikat yang memberinya lima buah kendi emas yang besar sebagai lambang keberuntungan. Ketika dia membuka matanya, para malaikat itu tak ada di kamar tidurnya, dan sialnya guci-guci emasnya juga tidak ada. Bagaimanapun, itu adalah mimpi yang sangat aneh.
Ketika dia pergi ke dapur, dia melihat istrinya telah membuatkan lima butir telur rebus dengan lima potong roti panggang untuk sarapannya. Di halaman depan koran pagi, dia mengamati tanggal hari itu, 5 Mei (bulan kelima). Hal-hal aneh terus berlanjut. Dia membalikkan lembaran koran ke halaman pacuan kuda. Dia tertegun melihat bahwa di Ascot (lima huruf), di balapan kelima, kuda nomor lima bernama... Lima Malaikat! Mimpi itu ternyata sebuah pertanda.
Dia mengambil cuti setengah hari. Dia menarik 5.000 dollar dari tabungannya di bank. Dia pergi ke arena pacuan kuda, ke bandar kelima, dan memasang taruhannya: 5.000 dollar untuk kuda nomor 5, balapan nomor 5, Lima Malaikat, untuk menang. Mimpi itu tak akan salah. Angka hoki 5 pasti tepat. Mimpinya ternyata memang tidak salah. Si kuda menyelesaikan balapan di urutan ke-5.
Kisah kedua terjadi di Singapura beberapa tahun yang lalu. Seorang pria Australia menikahi seorang gadis Cina cantik dari Singapura. Suatu ketika, saat mereka sedang mengunjungi keluarga di Singapura, datanglah ipar-iparnya mengajak pergi ke pacuan kuda. Dia setuju pergi bersama mereka.Tapi sebelum sampai di arena pacuan kuda, mereka singgah dulu di sebuah biara Buddhis terkenal untuk menyulut dupa dan bersembahyang agar beruntung. Saat mereka tiba, biara kecil itu dalam keadaan berantakan. Lantas mereka mengambil beberapa sapu, alat pengepel, dan air dan mulai membersihkan seluruh biara. Setelah itu barulah mereka menyulut dupa dan bersembahyang untulk memohon keberuntungan, lalu meluncur ke arena pacuan kuda. Akhirnya, mereka semua kalah besar.
Malam harinya, si Australia bermimpi pacuan kuda. Saat terbangun, dia dapat mengingat dengan sangat jelas nama kuda yang menjadi pemenang dalam mimpinya. Ketka dia membaca koran The Straits Times, ternyata kuda dengan nama itu memang ada, dan akan berlomba pada sore harinya. Dia lalu menelepon para iparnya untuk mengabarkan berita bagus itu. Namun para ipar tidak percaya bahwa dewa-dewa penjaga biara orang Singapura bersedia memberitahukan nama kuda pemenang kepada seorang bule, jadi mereka tak mempedulikan mimpi si bule. Si Australia lalu pergi ke arena pacuan kuda. Dia bertaruh besar pada kuda itu. Dan si kuda menang betulan.
Dewa-dewa biara Cina itu pasti menyukai orang Australia. lpar*-iparnya hanya bisa ngomel-ngomel.
Uang dan Batu
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat
tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada
teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita.
Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita.
Perdebatan Guru dan Murid
Dikutip dari Talmud Babilonia, Bava Mezia 84a (COPAS)
Suatu hari, Resh Lakhis, seorang laki-laki muda yang dulunya adalah seorang gladiator dan bandit, melihat Rabi Yochanan, seorang ahli agama terkemuka saat itu, sedang mandi disungai Yordan.
Gladiator muda itupun melompat ke kolam dan mereka mulai berbincang-bincang. Terkesan dengan penampilan fisik Resh Lakhis dan kecerdasannya, Rabi Yochanan berkata kepadanya: KEKUATAN SEPERTI YANG ANDA MILIKI SEHARUSNYA DIABDIKAN UNTUK TAURAT. Resh Lakhis balas berkata: TUBUH SEPERTI ANDA SEHARUSNYA DIPERSEMBAHKAN KEPADA PEREMPUAN. Ia mengucapkan kata-kata tersebut karena Rabi Yochanan adlah seorang laki-laki yang tampan.
JIKA ANDA MAU BERTOBAT, SAYA AKAN MENGATUR AGAR ANDA MENIKAHI SAUDARA PEREMPUAN SAYA. PENAMPILANNYA LEBIH MENARIK DARIPADA KU. Jawab Rabi Yochanan.
Ketika Resh Lakhis setuju, Rabi Yochanan pun mengatur pernikahan itu. ia juga menjadi pengajar Resh Lakhis. Dalam beberapa tahun, mantan gladiator dan bandit itu menjadi salah seorang ahli agama terkemuka.
Beberapa waktu kemudian, terjadi perdebatan dalam sekolah Rabi Yochanan. Pokok perdebatan tersebut menyangkut hal yang pada dasarnya bersifat teknis. Fokus pembicaraan mereka berkisar seputar proses produksi ketika bermacam-macam benda menjadi rentan terhadap kenajisan.
Rabi Yochanan berpendapat bahwa benda-benda yang terbuat dari besi, seperti pedang, pisau, maupun belati, dianggap telah sepenuhnya utuh sebagai suatu benda hanya ketika pandai besi menempa benda-benda itu di pembakaran. Oleh karena itu rentan terhadap kenajisan. Resh Lakhis tidak setuju terhadap pendapat sang Rabi, ia berpendapat bahwa barang-barang tersebut baru dapat dinilai secara lengkap pada saat pandai besi memasukkannya ke air dingin.
Tidak senang karena dibantah di muka umum, Rabi Yochanan berkata dengan kasar: SEORANG PERAMPOK MENGERTI DENGAN BAIK YANG MENJADI URUSANNYA.
Terkejut dengan tanggapan Yochanan yang mengungkit masa lalunya, Resh Lakhis berkata: HAL BAIK APA YANG TELAH ANDA LAKUKAN TERHADAP SAYA DENGAN MEMBUJUK SAYA UNTUK MENINGGALKAN HIDUP SEBAGAI SEORANG BANDIT? DIANTARA PARA GLADIATOR SAYA DIPANGGIL “g u r u”, DISINI-PUN SAYA DIPANGGIL “g u r u”.
HAL BAIK APA YANG AKU LAKUKAN KEPADAMU! Kata Yochanan tetap dengan amarah. ANDA TELAH DIBAWA KE BAWAH LINDUNGAN SAYAP TUHAN!
Setelah peristiwa tersebut, Resh Lakhis sakit parah. Para rabi yakin bahwa ini terjadi karena ia telah menyinggung perasaan Rabi Yochanan.
Istri Resh Lakhis yang adalah saudara perempuan Rabi Yochanan, meminta kakaknya untuk mendoakan kesembuhan suaminya, tetapi Yochanan menolak.
JIKA TIDAK BERDOA UNTUK SUAMI SAYA, BERDOALAH UNTUK ANAK-ANAK SAYA AGAR MEREKA TIDAK MENJADI PIATU!
SAYA AKAN MERAWAT ANAK-ANAKMU, JIKA SUAMIMU MENINGGAL, ujar Yochanan.
BERDOALAH AGAR SAYA TIDAK MENJADI JANDA, pinta saudara perempuannya itu.
SAYA AKAN MEMBIAYAI HIDUPMU, JIKA SUAMIMU MENINGGAL, ujar Rabi Yochanan.
Tidak lama kemudian, Resh Lakhis meninggal. Rabi Yochanan pun mengalami depresi. Para rabi meminta Elazar ben Pedat, seorang sarjana agama yang cerdas yang pernah mereka temui, untuk belajar pada Rabi Yochanan. Mereka berharap agar pemuda yang cerdas itu bisa menghibur Rabi Yochanan dari kesedihannya.
Rabi Elazar ben Pedat duduk di sebelah Rabi Yochanan. Setiap kali Rabi Yochanan meyatakan pendapatnya, si rabi muda akan berkata: SAYA TAHU SUMBER LAIN YANG MENDUKUNG PENDAPAT ANDA.
Rabi Yochanan akhirnya berkata kepada si rabi muda, APAKAH KAMU BERMAKSUD MENYAMAKAN DIRI DENGAN RESH LAKHIS? SETIAP KALI SAYA MENYATAKAN PENDAPAT SAYA, RESH LAKHIS AKAN MENGEMUKAKAN 24 KEBERATANNYA MENGENAI APA YANG SAYA KATAKAN. IA MEMAKSA SAYA UNTUK MEMBERI ALASAN ATAS SETIAP PERATURAN YANG SAYA SAMPAIKAN SEHINGGA PADA AKHIRNYA PERSOALAN MENJADI SUNGGUH-SUNGGUH JELAS. NAMUN YANG KAMU LAKUKAN ADALAH MENGATAKAN KEPADA SAYA BAHWA KAMU TAHU SUMBER LAIN YANG MENDUKUNG PANDAPAT SAYA. BUKANKAH SAYA SENDIRI TAHU APA YANG SAYA KATAKAN BENAR?
Rabi Yochanan menjauhi pemuda itu ,mengoyak pakaiannya dan mengejutkan banyak orang dengan berteriak: DIMANA KAMU, LAKHIS, PUTERAKU! Ia berteriak berulang-ulang dengan suara keras.
Akhirnya Rabi Yochanan kehilangan kesadarannya. Para rabi berdoa kepada Tuhan untuk mengampuninya, segera setelah itu iapun meninggal.
Pesan:
Perselisihan antara Rabi Yochanan dan Resh Lakhis sungguh merupakan salah satu cerita yang menyedihkan. Dua sahabat akrab bertengkar dan slah satunya meninggal sebelum mereka berdamai.
Sahabat yang masih hidup sangat sedih sehingga hanya kematianlah yang dapat menghilangkan kesedihan itu.
Faktor yang mungkin memperparah rasa sedih tersebut adalah bahwa perselisihan yang berakhir dengan kematian itu terjadi hanya karena masalah sepele.Pelajaran penting dari kisah ini, berguna bagi siapapun. Bahwa betapapun marahnya Anda selama perdebatan atau pertengkaran, tetaplah fokus pada pokok permasalahan.Jangan pernah menggunakan informasi pribadi yang melukai untuk mematahkan pernyataan lawan debat Anda. Ketidak snggupan untuk melaksanakan aturan sederhana inilah yang mengubah begitu banyak pertengkaran yang relatif biasa saja menjadi perselisihan penuh amarah, yang sering menyebabkan putusnya hubungan antar teman atau anggota keluarga dekat.
Kebencian membuat sebuah garis lurus menjadi bengkok, ketika seseorang marah, pikiran mereka “BENGKOK”
Tiba-tiba, seseorang yang biasanya baik dan bertanggung jawab, seperti Rabi Yochanan, dapat mengucapkan hal-hal yang mengerikan. Karena ia tidak mendapatkan argumen lagi untuk mengalahkan Resh Lakhis, Rabi Yochanan memanfaatkan sesuatu yang sangat personal.Bagaimana mungkin orang memilih penjelasan Resh Lakhis daripada penjelasannya, atas dasar fakta bahwa Resh Lakhis adalah seorang mantan Gladiator dan pencuri? Pikir Rabi Yochanan.
Perhatikan ini:
Satu jam sebelum pertengkaran, coabalah Anda meminta Rabi Yochanan untuk menyebutkan nama murid terbaik dan teman terdekatnya, ia pun tanpa ragu-ragu akan menyebut RESH LAKHIS.Namun sekarang, setelah pertengkaran tersebut, sekalipun Resh Lakhis sudah sekarat, Yochanan tetap tidak memperlunak sikapnya.
“SAYA AKAN MERAWAT ANAK-ANAKMU YANG YATIM”, ia meyakinkan saudara perempuannya. “SAYA AKAN MENANGGUNG BIAYA HIDUPMU JIKA ENGKAU MENJADI JANDA”
Jaminan ini sungguh tidak relevan! Saudara perempuan Rabi Yochanan tidak datang kepadanya karena khawatir mengenai kondisi perekonomian keluarganya. Sesungguhnya ia berharap agar kedua laki-laki terpenting dalam hidupnya, yaitu saudara laki-laki dan suaminya mau BERDAMAI.Ia semestinya telah berpikir; jika Yochanan mengunjungi suaminya sekarang, mungkin ia akan segera sembuh. Namun, karena Rabi Yochanan tidak memperlembut hatinya, kedua laki-laki itu berada dalam kutukan.
Setiap tahun, puluhan ribu keluarga tercerai-berai, persahabatan hancur, karena pihak-pihak yang bertikai tidak bertengkar secara proporsional.
Ketika bertengkar dengan seseorang, Anda memiliki hak untuk mengungkapkan masalah, mengemukakan pendapat, menjelaskan mengapa Anda berpikir bahwa orang lain salah, bahkan menjelaskan apa yang Anda rasakan mengenai permasalahannya.
Namun hanya inilah hak yang Anda miliki. Anda tidak memiliki hak moral untuk memojokkan posisi lawan dengan menyangkut-pautkannya dengan msalah pribadi.
Mengangkat informasi tentang masa lalu seseorang, yang Anda ketahu dengan sangat baik karena hubungan akrab sebelumnya, sangatlah tidak etis. Terlebih jika Anda menggunakan informasi itu untuk menyerangnya.Namun banyak orang sering melakukan hal tersebut, lalu marah ketika orang lain memutuskan hubungan atau menyerang balik dengan komentar yang sama.Kata-kata membawa konsekwensi tertentu. Jika Anda menggunakannya untuk melukai seseorang, korban Anda akan mencari cara untuk membalas menyakiti Anda.
Hal inilah yang terjadi antara Rabi Yochanan dan Resh Lakhis.
“Belajar beradu kata secara etis dan santun adalah sebuah cara untuk menghidari kepahitan hidup semacam itu.”
Suatu hari, Resh Lakhis, seorang laki-laki muda yang dulunya adalah seorang gladiator dan bandit, melihat Rabi Yochanan, seorang ahli agama terkemuka saat itu, sedang mandi disungai Yordan.
Gladiator muda itupun melompat ke kolam dan mereka mulai berbincang-bincang. Terkesan dengan penampilan fisik Resh Lakhis dan kecerdasannya, Rabi Yochanan berkata kepadanya: KEKUATAN SEPERTI YANG ANDA MILIKI SEHARUSNYA DIABDIKAN UNTUK TAURAT. Resh Lakhis balas berkata: TUBUH SEPERTI ANDA SEHARUSNYA DIPERSEMBAHKAN KEPADA PEREMPUAN. Ia mengucapkan kata-kata tersebut karena Rabi Yochanan adlah seorang laki-laki yang tampan.
JIKA ANDA MAU BERTOBAT, SAYA AKAN MENGATUR AGAR ANDA MENIKAHI SAUDARA PEREMPUAN SAYA. PENAMPILANNYA LEBIH MENARIK DARIPADA KU. Jawab Rabi Yochanan.
Ketika Resh Lakhis setuju, Rabi Yochanan pun mengatur pernikahan itu. ia juga menjadi pengajar Resh Lakhis. Dalam beberapa tahun, mantan gladiator dan bandit itu menjadi salah seorang ahli agama terkemuka.
Beberapa waktu kemudian, terjadi perdebatan dalam sekolah Rabi Yochanan. Pokok perdebatan tersebut menyangkut hal yang pada dasarnya bersifat teknis. Fokus pembicaraan mereka berkisar seputar proses produksi ketika bermacam-macam benda menjadi rentan terhadap kenajisan.
Rabi Yochanan berpendapat bahwa benda-benda yang terbuat dari besi, seperti pedang, pisau, maupun belati, dianggap telah sepenuhnya utuh sebagai suatu benda hanya ketika pandai besi menempa benda-benda itu di pembakaran. Oleh karena itu rentan terhadap kenajisan. Resh Lakhis tidak setuju terhadap pendapat sang Rabi, ia berpendapat bahwa barang-barang tersebut baru dapat dinilai secara lengkap pada saat pandai besi memasukkannya ke air dingin.
Tidak senang karena dibantah di muka umum, Rabi Yochanan berkata dengan kasar: SEORANG PERAMPOK MENGERTI DENGAN BAIK YANG MENJADI URUSANNYA.
Terkejut dengan tanggapan Yochanan yang mengungkit masa lalunya, Resh Lakhis berkata: HAL BAIK APA YANG TELAH ANDA LAKUKAN TERHADAP SAYA DENGAN MEMBUJUK SAYA UNTUK MENINGGALKAN HIDUP SEBAGAI SEORANG BANDIT? DIANTARA PARA GLADIATOR SAYA DIPANGGIL “g u r u”, DISINI-PUN SAYA DIPANGGIL “g u r u”.
HAL BAIK APA YANG AKU LAKUKAN KEPADAMU! Kata Yochanan tetap dengan amarah. ANDA TELAH DIBAWA KE BAWAH LINDUNGAN SAYAP TUHAN!
Setelah peristiwa tersebut, Resh Lakhis sakit parah. Para rabi yakin bahwa ini terjadi karena ia telah menyinggung perasaan Rabi Yochanan.
Istri Resh Lakhis yang adalah saudara perempuan Rabi Yochanan, meminta kakaknya untuk mendoakan kesembuhan suaminya, tetapi Yochanan menolak.
JIKA TIDAK BERDOA UNTUK SUAMI SAYA, BERDOALAH UNTUK ANAK-ANAK SAYA AGAR MEREKA TIDAK MENJADI PIATU!
SAYA AKAN MERAWAT ANAK-ANAKMU, JIKA SUAMIMU MENINGGAL, ujar Yochanan.
BERDOALAH AGAR SAYA TIDAK MENJADI JANDA, pinta saudara perempuannya itu.
SAYA AKAN MEMBIAYAI HIDUPMU, JIKA SUAMIMU MENINGGAL, ujar Rabi Yochanan.
Tidak lama kemudian, Resh Lakhis meninggal. Rabi Yochanan pun mengalami depresi. Para rabi meminta Elazar ben Pedat, seorang sarjana agama yang cerdas yang pernah mereka temui, untuk belajar pada Rabi Yochanan. Mereka berharap agar pemuda yang cerdas itu bisa menghibur Rabi Yochanan dari kesedihannya.
Rabi Elazar ben Pedat duduk di sebelah Rabi Yochanan. Setiap kali Rabi Yochanan meyatakan pendapatnya, si rabi muda akan berkata: SAYA TAHU SUMBER LAIN YANG MENDUKUNG PENDAPAT ANDA.
Rabi Yochanan akhirnya berkata kepada si rabi muda, APAKAH KAMU BERMAKSUD MENYAMAKAN DIRI DENGAN RESH LAKHIS? SETIAP KALI SAYA MENYATAKAN PENDAPAT SAYA, RESH LAKHIS AKAN MENGEMUKAKAN 24 KEBERATANNYA MENGENAI APA YANG SAYA KATAKAN. IA MEMAKSA SAYA UNTUK MEMBERI ALASAN ATAS SETIAP PERATURAN YANG SAYA SAMPAIKAN SEHINGGA PADA AKHIRNYA PERSOALAN MENJADI SUNGGUH-SUNGGUH JELAS. NAMUN YANG KAMU LAKUKAN ADALAH MENGATAKAN KEPADA SAYA BAHWA KAMU TAHU SUMBER LAIN YANG MENDUKUNG PANDAPAT SAYA. BUKANKAH SAYA SENDIRI TAHU APA YANG SAYA KATAKAN BENAR?
Rabi Yochanan menjauhi pemuda itu ,mengoyak pakaiannya dan mengejutkan banyak orang dengan berteriak: DIMANA KAMU, LAKHIS, PUTERAKU! Ia berteriak berulang-ulang dengan suara keras.
Akhirnya Rabi Yochanan kehilangan kesadarannya. Para rabi berdoa kepada Tuhan untuk mengampuninya, segera setelah itu iapun meninggal.
Pesan:
Perselisihan antara Rabi Yochanan dan Resh Lakhis sungguh merupakan salah satu cerita yang menyedihkan. Dua sahabat akrab bertengkar dan slah satunya meninggal sebelum mereka berdamai.
Sahabat yang masih hidup sangat sedih sehingga hanya kematianlah yang dapat menghilangkan kesedihan itu.
Faktor yang mungkin memperparah rasa sedih tersebut adalah bahwa perselisihan yang berakhir dengan kematian itu terjadi hanya karena masalah sepele.Pelajaran penting dari kisah ini, berguna bagi siapapun. Bahwa betapapun marahnya Anda selama perdebatan atau pertengkaran, tetaplah fokus pada pokok permasalahan.Jangan pernah menggunakan informasi pribadi yang melukai untuk mematahkan pernyataan lawan debat Anda. Ketidak snggupan untuk melaksanakan aturan sederhana inilah yang mengubah begitu banyak pertengkaran yang relatif biasa saja menjadi perselisihan penuh amarah, yang sering menyebabkan putusnya hubungan antar teman atau anggota keluarga dekat.
Kebencian membuat sebuah garis lurus menjadi bengkok, ketika seseorang marah, pikiran mereka “BENGKOK”
Tiba-tiba, seseorang yang biasanya baik dan bertanggung jawab, seperti Rabi Yochanan, dapat mengucapkan hal-hal yang mengerikan. Karena ia tidak mendapatkan argumen lagi untuk mengalahkan Resh Lakhis, Rabi Yochanan memanfaatkan sesuatu yang sangat personal.Bagaimana mungkin orang memilih penjelasan Resh Lakhis daripada penjelasannya, atas dasar fakta bahwa Resh Lakhis adalah seorang mantan Gladiator dan pencuri? Pikir Rabi Yochanan.
Perhatikan ini:
Satu jam sebelum pertengkaran, coabalah Anda meminta Rabi Yochanan untuk menyebutkan nama murid terbaik dan teman terdekatnya, ia pun tanpa ragu-ragu akan menyebut RESH LAKHIS.Namun sekarang, setelah pertengkaran tersebut, sekalipun Resh Lakhis sudah sekarat, Yochanan tetap tidak memperlunak sikapnya.
“SAYA AKAN MERAWAT ANAK-ANAKMU YANG YATIM”, ia meyakinkan saudara perempuannya. “SAYA AKAN MENANGGUNG BIAYA HIDUPMU JIKA ENGKAU MENJADI JANDA”
Jaminan ini sungguh tidak relevan! Saudara perempuan Rabi Yochanan tidak datang kepadanya karena khawatir mengenai kondisi perekonomian keluarganya. Sesungguhnya ia berharap agar kedua laki-laki terpenting dalam hidupnya, yaitu saudara laki-laki dan suaminya mau BERDAMAI.Ia semestinya telah berpikir; jika Yochanan mengunjungi suaminya sekarang, mungkin ia akan segera sembuh. Namun, karena Rabi Yochanan tidak memperlembut hatinya, kedua laki-laki itu berada dalam kutukan.
Setiap tahun, puluhan ribu keluarga tercerai-berai, persahabatan hancur, karena pihak-pihak yang bertikai tidak bertengkar secara proporsional.
Ketika bertengkar dengan seseorang, Anda memiliki hak untuk mengungkapkan masalah, mengemukakan pendapat, menjelaskan mengapa Anda berpikir bahwa orang lain salah, bahkan menjelaskan apa yang Anda rasakan mengenai permasalahannya.
Namun hanya inilah hak yang Anda miliki. Anda tidak memiliki hak moral untuk memojokkan posisi lawan dengan menyangkut-pautkannya dengan msalah pribadi.
Mengangkat informasi tentang masa lalu seseorang, yang Anda ketahu dengan sangat baik karena hubungan akrab sebelumnya, sangatlah tidak etis. Terlebih jika Anda menggunakan informasi itu untuk menyerangnya.Namun banyak orang sering melakukan hal tersebut, lalu marah ketika orang lain memutuskan hubungan atau menyerang balik dengan komentar yang sama.Kata-kata membawa konsekwensi tertentu. Jika Anda menggunakannya untuk melukai seseorang, korban Anda akan mencari cara untuk membalas menyakiti Anda.
Hal inilah yang terjadi antara Rabi Yochanan dan Resh Lakhis.
“Belajar beradu kata secara etis dan santun adalah sebuah cara untuk menghidari kepahitan hidup semacam itu.”
Subscribe to:
Comments (Atom)